Senin, 18 Agustus 2014
6 Tips Foto Anak Yang Ekspresif
Sejajarkan Posisi Kamera Dengan Mata Mereka
Jika anda menginginkan tubuh mereka tampak proporsional (kepala tidak
lebih besar daripada bagian tubuh yang lain), jongkok-lah atau
berbaringlah. Secara alami tubuh mereka jauh lebih pendek daripada kita,
jadi kita harus rela jongkok atau berbaring. Kecuali jika anda
menginginkan efek dan angle tertentu.
Manfaatkan Alat Bantu Tidak
semua anak-anak suka bergaya dan berpose luwes, apalagi kalau tahu
mereka sedang di foto. Jika anak tampak canggung, malu atau terlalu kaku
manfaatkan alat bantu yang anda. Mainan adalah alat paling ampuh, jika
mereka suka bermain boneka berilah boneka. Jika mereka suka bermain
mobil-mobilan, berikan mobil-mobilan. Kalau mainan memang tidak
tersedia, anda bisa memanfaatkan kursi, buku atau bahkan bolpen. Dengan
begitu mereka akan sedikit melupakan kalau sedang jadi obyek foto dan
mulai berekspresi spontan.
Tanyakan Cita-cita Mereka (atau tokoh kartun favoritnya)
Anak-anak biasanya memiliki (atau didik untuk memiliki) cita-cita
tertentu atau paling tidak memiliki tokoh kartun favorit. Insinyur,
dokter, pemain bola, tentara, guru, ustadz atau naruto, superman,
batman. Apa saja. Pakaikan kostum sesuai cita-cita atau tokoh favorit
mereka dan fantasi mereka akan mulai melayang sehingga hilang semua
kekakuan dan nervous. Ayo superman terbangnya gimana…. jepret!!
Jangan Paksa Mereka Tersenyum
Paksa mereka bilang “cheeerssss …. ”, maka anda akan mendapatkan
senyuman yang dipaksakan, bibir yang ditarik kaku. Pose yang bagus tidak
harus selalu tersenyum dan ada beberapa anak yang memang serius dari
sononya.
Minggu, 17 Agustus 2014
Pemahaman FOTOGRAFI
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.
Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto
dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek
tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk
menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan
sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah
dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan
bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan
(selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan
gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter.
Setelah mendapat
ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur
intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
Langganan:
Komentar (Atom)


